Kwarda Kepri

Kwartir Daerah Kepulauan Riau

Highlight Tanjungpinang

3 SAKA PRAMUKA IKUT KEGIATAN HARI BUMI

Tanjungpinang, Dalam rangka memperingati Hari Bumi (22 April) Anggota Satuan Karya Pramuka Kalpataru, Wana Bakti dan Taruna Bumi Tingkat Cabang Kota Tanjungpinang ikut melakukan kegiatan penanaman mangrove dan disejalankan dengan penegasan komitmen kawasan bebas kumuh Kelurahan Kampung Bugis. Penanaman pohon mangrove ini diselenggarakan pada Minggu (22/4) di Kawasan Perairan Pantai Kelurahan Kampung Bugis Kecamatan Tanjungpinang Kota, Kota Tanjungpinang.

Sebelum kegiatan penanaman mangrove dilaksanakan, panitia menyelenggarakan senam sehat, sosialisasi tentang pengelolaan persampahan, kuiz doorprize, penanaman pohon mangrove secara simbolis oleh Pj. Walikota Tanjungpinang dan ada banyak lagi kegiatan. Penanaman mangrove ini merupakan upaya meminimalisir perubahan iklim global dan mitigasi yang kita alami saat ini.

Kegiatan penanaman mangrove dihadiri oleh Pj. Walikota Tanjungpinang bapak Raja Ariza, Anggota Satuan Karya Pramuka Kalpataru, Wana Bakti, Taruna Bumi, OPD Pemerintah Daerah Kota Tanjungpinang, Organisasi Vertikal, Mahasiswa Pencinta Alam STISIPOL Raja Haji, Mahasiswa Pencinta Alam UMRAH, Siswa Pecinta Alam SMA N 1 dan SMA N 2 Kota Tanjungpinang serta organisasi kepemudaan, LSM lingkungan dan berbagai kuminitas dan forum peduli lingkungan lainnya.

Pelaksanaa kegiatan ini diselenggarakan atas kerja sama Mahasiswa KKN-PPM UGM dengan Pemerintah Kota Tanjungpinang. “Kita melaksanakan kegiatan ini sebagai bentuk konkrit kepedulian kami terhadap lingkungan. Kegiatan ini akan terus kami lakukan guna membangun hidup sehat dan berkontribusi bagi lingkungan, dan saya senang mengikuti kegiatan ini, karena sangat bermanfaat bagi kita, sehingga kita bisa turut memperbaiki bumi yang sedang mengalami global warming, ” kata Raja Ariza

Selain sarana edukasi bagi anggota saka pramuka, mahasiswa dan elemen masyarakat lainnya, penanaman mangrove di sekitar pesisir pantai Kampung Bugis bertujuan untuk mengatasi abrasi dan meningkatkan fungsi hutan bakau itu sendiri. Pohon mangrove dapat mengeluarkan oksigen serta pohon ini tempat dimana habitat laut berkembang biak yang sangat besar manfaatnya untuk dinikmati masyarakat di Kota Tanjungpinang. Untuk itu dengan adanya penanaman mangrove secara berkala diharapkan suhu iklim yang ada di kota ini, bahkan Indonesia menjadi lebih baik lagi. “Selama 10 sampai 15 tahun mendatang, penanaman mangrove ini bisa mendatangkan dampak positif, karena kita bisa memproteksi kota sebagai benteng dari abrasi pantai, perubahan iklim, dan bencana lainnya tutur Desryati, ST selaku Ketua Pimpinan Satuan Karya Pramuka Kapatar Tingkat Cabang Kota Tanjungpinang.

Sementara, Kak Hj. Sri Harlinda, S.Pi yang seharian dipanggil kak Elyn selaku Wakil Pimpinan Satuan Karya Pramuka Taruna Bumi sekaligus menjadi pemateri sosialisasi pengelolaan sampah menyatakan bahwa “Jika kesadaran masyakat sendiri kurang peduli dengan sampah, maka jangan bermimpi kota kita lepas dari status daerah kumuh yang menjadi harapan seluruh masyarakat” ujarnya menutupi sosialisasi tersebut.

Selain itu, program ini juga sebagai bentuk tanggung jawab sosial anggota Satuan Karya Pramuka Kalpataru, Wana Bakti dan Taruna Bumi terhadap lingkungan hidup, serta mengambil peran untuk berpartisipasi sebagai warga Tanjungpinang yang cerdas. (ISJ #011/SMS)

LEAVE A RESPONSE

Your email address will not be published. Required fields are marked *