Kwarda Kepri

Kwartir Daerah Kepulauan Riau

Highlight Karimun

Dihadapan Peserta PPS, Ka. Pusdiklatda Kepri Sampaikan Filosofi Tanjak

Batam -Ketua Pusdiklatda Kepri Muhammad Basri, SP menyampaikan Filosofi Tanjak dihadapan para peserta dan tamu undangan saat acara pembukaan Pitaran Pelatih Serumpun 2018.

Ka. Kapusdiklatda yg juga menjabat sebagai Kabid di OPD Provinsi Kepri ini menjelaskan kenapa lelaki Melayu memakai Tanjak? Tentu mempunyai alasan yang mengakar jika dirunut dari sejarah dan fungsinya.

Sebenarnya, Tanjak dianggap lambang kewibawaan di kalangan masyarakat Melayu. Semakin tinggi dan kompleks bentuknya, menunjukkan semakin tinggi pula status sosial sipemakainya.

Lanjut Basri menjelaskan, tanjak biasa dipakai masyarakat Melayu di seluruh lapisan kelas sosial, baik di lingkungan kerajaan sebagai kalangan bangsawan maupun pada lapisan masyarakat kelas bawah.

“Begitu seorang pria meninggalkan rumah, biasa ia mengenakan tanjak. Fungsinya sebagai penutup kepala dari gangguan udara maupun reranting kayu,” terang Basri.

Saat ini masyarakat Kepri mulai mempopulerkan Tanjak, baik dari kalangan tua maupun kaum milineal. Ragam dan bentuk Tanjak dimodifikasi sehingga sesuai dengan selera kaum muda dan perkembangan zaman.

Untuk mendukung program ini bahkan sebagian pemerintah daerah seperti Kota Batam dan Tanjungpinang mengeluarkan Perda tentang pemakain Tanjak.

Panitia memang memberikan Tanjak kepada seluruh peserta sebagai salah satu simbol dan ciri khas budaya Kepri.

Kegiatan Pitaran Pelatih Serumpun yang diselenggarakan oleh Kwarda Kepri secara resmi dibuka oleh Ka. Kwarda Kepri Dr. H. T. S. Arif Fadillah,S.Sos.M.Si. Kegiatan yang dilaksanakan di Kawasan Wisata Exclusive Palmspring Golf and Beach Resort Kota Batam Provinsi Kepri berlangsung dari tanggal 28 Juni s.d 1 Juli 2018. PPS 2018 ini diikuti oleh hampir 70 orang dari 16 provinsi se – Indonesia.(Zul/humaskwarda)

LEAVE A RESPONSE

Your email address will not be published. Required fields are marked *