Kwarda Kepri

Kwartir Daerah Kepulauan Riau

Berita Highlight

Meimei dan Tania: “Anak Bawang” yang jadi Tour Leader

Batam – Gesit, cekatan dan ramah tampak saat kedua gadis cantik ini menghandle dan menyapa para peserta Pitaran Pelatih Serumpun (PPS 2018) yang akan melakukan kunjungan ke Johor, Malaysia dan Bintan, Provinsi Kepri.

Bermodalkan alat tulis, filing box berisi daftar peserta tour dan pengeras suara mini, kedua gadis manis ini berbagi tugas menyapa dan mengabsen ulang para peserta tour Johor dan Bintan.

Sesekali terdengar suara Tania mengingatkan para peserta agar tidak lupa membawa barang bawaan, dan perlengkapan pribadinya.

Di sisi lain Meimei sibuk memeriksa kembali dokumen pasport dan menyesuaikannya dengan listing peserta tour, ia pun berjalan menelusuri kursi-kursi bus sambil memastikan seluruh peserta sudah berada di posisinya masing-masing.

Gadis manis berlesung pipit ini memiliki nama lengkap Meisyari, lahir pada tanggal 25 Mei 2001. Ia hobi bernyanyi, maka tak heran disela-sela kegiatan Pitaran Pelatih Serumpun sesekali terdengar lantunan suara merdunya menyanyikan lagu bernuansa islami yang lagi viral berjudul Maulana karya Sabyan Gambus.

“Gmana Kak suara Meimei? Beda tipiskan sama Sabyan”, Sloroh siswi SMK N 2 Batam ini.

Setali tiga uang Tania yang bernama lengkap Tania Dwi Putri juga memiliki hobi yang sama dengan rekan sekongkow nya yaitu olah vokal. Gadis cantik kelahiran 22 Agustus 2002 ini tak pikir panjang ketika mikrofon disodorkan padanya, secepat kilat dua sejoli ini berlari naik podium lalu mereguest ke operator sound system. “Bang tolong lagu Syantik ya”, pinta Tania pada sound man. Suasana jam istirahat PPS pun menjadi ramai riuh berkat aksi panggung tour leader muda yang masih duduk dibangku kelas 11 SMK N 2 Batam ini.

Saat ditanya ikhwal keterlibatan mereka pada dunia pariwisata, Tania menuturkan “ini sesuai dengan jurusan kami yaitu jurusan usaha perjalanan wisata, kebetulan kegiatan saka pariwisata disekolahpun juga aktif”, ungkap Tania.

Hal yang lebih menyenangkan adalah pembina pramuka dan pamong saka pariwisata adalah guru mereka sendiri yaitu Kak Olien, inilah yang membuat mreka berdua semakin aktif. Diakuinya mereka berdua aktif pramuka sejak masih duduk dibangku sekolah dasar.

“Kami banyak mendapat ilmu dari kak Olien, kebetulan keluarga kak Olien punya perusahaan yang bergerak dibidang Tour and Travel, nah Kak Olien mengajak kami mempraktekkan Tkk pariwisata dan ilmu yang diperoleh dibangku sekolah di perusahaannya. Tak pikir panjang tawaran Kak Olien pun kami terima, toh sekolah sambil magang juga tidak mengganggu fokus kami sebagai pelajar, kami sangat senang dan bangga punya cekgu pembina seperti kak Olien”, ungkap Tania.

“Ilmu yang kami dapat disekolah sangat berguna ketika praktek di lapangan, cuma yang berbeda adalah cara menghandle para wisatawan atau peserta tournya saja. Sikap, watak, prilaku dan kepribadian berbeda satu sama lainnya sehingga dibutuhkan seni dan sentuhan tersendiri untuk berinteraksi dan berkomunikasi dengan mereka, nah ilmu menghadapi dan memecahkan masalah di lapangan ini yang belum kami terima di bangku sekolah, secara teori ada, namun ketika praktek dilapangan tak semudah dan sesimple apa yang ada d buku pelajaran. makanya kami sangat berterima kasih guru disekolah dan orang tua kami mengizinkan ikut serta dalam berbagai kegiatan kepramukaa”, tambah Tania.

Meimei juga mengatakan bahwa ia pernah menghandle wisatawan asal Thailand, ia kesulitan berkomunikasi karena sebagaian besar peserta tour dari thailand kurang fasih berbahasa inggris. ” untung ada satu yang bisa berbahasa inggris, jadinya kami komunikasi lewat dia. Ketika menghandle tamu Thailand kami masih didampingi Kak Olien, nah baru tour bersama peserta PPS 2018 inilah kami handle sendiri tanpa pendampingan dari pembina. Ini tantangan buat kami”, ungkap Meimei.

Ketika ditanya apa yang mereka dapatkan dari pramuka, kedua gadis imut ini mengatakan mereka banyak mendapat ilmu, pengalaman, teman dari berbagai daerah serta bisa mewujudkan mimpinya traveling ke berbagai daerah.

“Kegiatan menghandle tour ini kelihatannya mudah tapi ternyata banyak lika likunya, namanya juga kita menghandle orang tentu kita harus menjaga betul keselamatan nyawa mereka”, cerita Tania.

” Kenikmatan yang tak terkira yang kami peroleh adalah ketika para peserta tour mengapresiasi kerja kami dan mereka mengucapkan mereka puas atas pelayanan yang kami berikan”, tutup Meimei.(zul/humaskwarda)

LEAVE A RESPONSE

Your email address will not be published. Required fields are marked *