Kwarda Kepri

Kwartir Daerah Kepulauan Riau

Bintan

Kwarran Bintan Timur Ajak Seluruh Gugusdepan Melakukan Aksi Peduli Lingkungan

Kwartir Ranting (Kwarran) Bintan Timur mengajak seluruh gugusdepan yang berpangkalan di SD, SMP dan SMA/SMK, untuk bergotong royong membersihkan sampah di jalanan. Kegiatan dilaksanakan dalam rangka pramuka aksi pramuka peduli lingkungan.

Kegiatan yang dilaksanakan pada tanggal 4 agustus 2018 dibagi menjadi 3 kelompok, kelompok pertama di kijang kota terdiri dari kelompok rute sekitar taman kota kijang, kelompok tunggu tanjak, kelompok kp. Jati, kelompok jalan kp. Pisang dan kolong enam, kelompok kedua di jalan sei. Lekop bt. 20 dan kelompok ketiga membersihkan areal gudep masing-masing.

Ketua Kwarran kak Drs. Yasman Andhika mengatakan, “kegiatan ini merupakan aksi pramuka terhadap lingkungan dan peduli terhadap lingkungan sesuai dengan darma pramuka cinta alam dan kasih sayang sesama manusia. Kegiatan ini melibatkan seluruh gugusdepan dan dilaksanakan secara serentak untuk perwakilan masing-masing gudep membersiahkan area disekita kitang kota, sungai lekop dan gudep-gudep masing. Selain itu Tujuannya, melatih anak untuk peduli kepada kebersihan, sesuai dengan program dari kwarnas untuk menyambut hari pramuka ke 57 nanti pada 14 agustus 2018.”

Kak Yasman Andhika mengakui, saat ini kebijakan presiden RI selaku Mabinas adalah meminta pusat sampai daerah, hingga tingkat gudep (sekolah) untuk dapat menjadikan pramuka sebagai garda terdepan. Melalui cara mengajak dan merubah karakter generasi yang berdedikasi, patriotik, serta inovatif dan kreatif dalam menyikapi perubahan sikap mental dan norma yang kebablasan.

“Kita berharap kegiatan ini dapat menekan angka kenakalan remaja yang cenderung meningkat. Anggota pramuka diharapkan dapat merapatkan barisan untuk melakukan perubahan, minimal menahan angka itu,” ujar andhika Sabtu (04/8).

Namun, kak andhika menegaskan perlunya keterlibatan semua pihak untuk mengatasi masalah tersebut. Terutama dukungan pihak yang berkepentingan secara langsung. “Semua itu diperlukan dukungan semua pihak, terutama pihak sekolah dan pejabat daerah untuk lebih berani melakukan gebrakan yang lebih menyentuh kepada generasi sekarang,” harapnya.
Ia menambahkan, keluarga dan lingkungan permainan anak juga sangat mempengaruhi prilaku dan perkembangan generasi usia remaja. Rentan terhadap pergaulan bebas, terjerumus pada penggunaan nafza maupun prilaku negatif lainnya. “Kalau ini kita biarkan, kita akan lihat dan terima hasilnya kedepan. Semoga tidak demikian nantinya, ini hanya prediksi saja,” tutup kak andhika(andesit).

LEAVE A RESPONSE

Your email address will not be published. Required fields are marked *